Pengikut

Minggu, 23 November 2025

Perguruan Tinggi yang menyelenggarakan AMTO dan mengeluarkan Basic License

 Perguruan Tinggi yang menyelenggarakan AMTO dan mengeluarkan Basic License

Basic license penerbangan bisa maknanya agak luas , lisensi pilot seperti PPL (Private Pilot License) / CPL, atau lisensi teknisi / pemeliharaan pesawat, atau lisensi dasar lainnya di penerbangan? 

Saya jelaskan dulu beberapa perguruan tinggi / sekolah tinggi / politeknik penerbangan di Indonesia yang dikenal sebagai lembaga pelatihan penerbangan (aviation training) yang bisa terkait dengan lisensi penerbangan.

Berikut beberapa perguruan tinggi / institusi penerbangan di Indonesia yang bisa mengeluarkan lisensi penerbangan dasar:


Beberapa Perguruan Tinggi / Politeknik Penerbangan di Indonesia

  1. Politeknik Penerbangan Indonesia Curug (PPI Curug)

    • Dulu dikenal sebagai STPI Curug. (Kompas)

    • Program studi “Penerbang” di PPI Curug meliputi pelatihan untuk PPL, CPL, IR, ME, dan ATPL Ground. (Jurnal Politeknik Penerbangan)

    • PPI Curug adalah ATO (Approved Training Organization) yang diakui, sehingga bisa mengeluarkan lisensi penerbangan. (Kompas)

  2. Politeknik Penerbangan Makassar

    • Salah satu politeknik penerbangan di bawah Kementerian Perhubungan. (detikcom)

    • Memiliki program D3 penerbangan di bidang teknik navigasi udara, pemeliharaan pesawat, dan lainnya. (Kompas)

  3. Politeknik Penerbangan Surabaya (Poltekbang Surabaya)

    • Juga salah satu sekolah penerbangan kedinasan. (detikcom)

  4. Politeknik Penerbangan Medan (Poltekbang Medan)

    • Politeknik kedinasan penerbangan di Medan dengan program-prodi penerbangan. (detikcom)

  5. Politeknik Penerbangan Palembang

    • Poltekbang Palembang menyediakan jurusan terkait penerbangan. (detikcom)

  6. Politeknik Penerbangan Jayapura

    • Salah satu Poltekbang di wilayah Papua. (detikcom)

  7. Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD)

    • Perguruan tinggi swasta yang memiliki jurusan penerbangan (S1 Teknik Dirgantara, D3 Aeronautika, manajemen transportasi udara, dsb.) (STTKD)

    • Bisa menjadi opsi untuk pendidikan teknis penerbangan + teori penerbangan, tergantung program.

  8. Lombok Institute of Flight Technology (LIFT)

    • Institusi terbang (flight academy) berbasis di Lombok yang punya lisensi sekolah penerbangan. (Wikipedia)

    • Fokus utamanya adalah pelatihan penerbang (pilot license) — bisa menjadi salah satu tempat untuk lisensi dasar penerbangan.

Jika “basic license” adalah lisensi pilot PPL/CPL, maka PPI Curug (Politeknik Penerbangan Indonesia) adalah salah satu pilihan utama di Indonesia. Jika maksudmu lisensi teknisi (pemeliharaan pesawat), politeknik seperti Poltekbang Makassar atau Surabaya bisa relevan.

Berikut beberapa perguruan tinggi / politeknik / lembaga di Indonesia yang menyediakan pelatihan basic license teknisi (AMTO) untuk lisensi A1, A4, dan C1–C4 (atau sebagian dari lisensi yang kamu sebut), beserta lisensi mana yang ditangani oleh masing-institusi:

Contoh Perguruan Tinggi / Politeknik yang Memberikan Basic License A1–A4 dan C-license

  1. Politeknik Negeri Batam (Polibatam)

    • Program Studi D3 Teknik Perawatan Pesawat Udara (TPPU) di Polibatam. (ms.polibatam.ac.id)

    • Mereka punya training AMTO Basic License untuk:

    • Menurut situs Polibatam, lulus setelah ~18 bulan dan mendapat lisensi dasar sesuai modul yang diambil. (Politeknik Negeri Batam)

  2. Politeknik Penerbangan Surabaya (Poltekbang Surabaya)

    • Program “Basic Airframe Powerplant A1, A4” — pelatihan 181 hari untuk mendapatkan sertifikat A1 dan A4. (Poltek Bangsby)

    • Program Avionic: “Basic Certificate Avionic C1, C2, C4” untuk radio, instrument, dan listrik pesawat. (Poltek Bangsby)

    • Dalam program D3 Teknik Pesawat Udara-nya, mereka juga menyatakan bahwa lulusan akan mendapat sertifikat A1, A4, serta C1 dan C4 (dan C2) tergantung jurusan. (Poltek Bangsby)

  3. Politeknik Negeri Bandung (Polban)

    • Polban punya AMTO (Aircraft Maintenance Training Organization) bersertifikasi dari DKPPU. (polban.ac.id)

    • Program AMTO Polban mencakup “Basic Certificate A1 & A4” (airframe fixed-wing dan turbine). (polban.ac.id)

  4. Politeknik Penerbangan Makassar (Poltekbang Makassar)

    • Prodi “Teknologi Pemeliharaan Pesawat Udara” (Maintenance) di Poltekbang Makassar. (Poltekbang Makassar)

    • Approval AMTO dari DKPPU untuk Basic Certificate: A1, A3, dan A4. (Poltekbang Makassar)

  5. STTKD Training Center

    • STTKD (Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan) Training Center punya program AMTO dengan approval 147D-17. (STTKD Training Center)

    • Mereka memberikan lisensi: A1 (Airframe fixed wing) dan A4 (Gas turbine engine). (STTKD Training Center)

Catatan Penting

  • Tidak semua institusi memberikan semua lisensi (A1–A4 dan C1–C4). Beberapa hanya menawarkan subset tertentu (misalnya Poltekbang Surabaya punya A1 & A4, dan C1, C2, C4).

  • Program AMTO (Aircraft Maintenance Training Organization) adalah jalur resmi untuk mendapat lisensi dasar (basic certificate) yang diakui oleh Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU / DGCA di Indonesia).

  • Durasi pelatihan basic license biasanya cukup lama karena kombinasi teori + praktik; contohnya Polibatam menyebut ~3000 jam atau ≈ 18 bulan. (Politeknik Negeri Batam)

  • Biaya mungkin cukup besar (misalnya Poltekbang Surabaya untuk A1/A4 sekitar tarif kursus). (Poltek Bangsby)

  • Pastikan untuk cek approval AMTO dari institusi tersebut: yang penting adalah institusi memiliki AMTO approval agar lisensi yang dihasilkan valid secara regulatori.

Berikut daftar beberapa AMTO (Aircraft Maintenance Training Organization) aktif di Indonesia (per 2024/2025) yang bisa menjadi pilihan untuk basic license teknisi (A-license / C-license), lengkap dengan lisensi dan beberapa info pendaftaran:

Daftar AMTO di Indonesia (2024/2025)

Institusi / AMTO Lisensi Basic yang Ditawarkan Catatan / Link Pendaftaran / Approval
1. Politeknik Negeri Batam (Polibatam) A1, A3, A4 (airframe + mesin) serta C1, C2, C4 (avionik) (Politeknik Negeri Batam) Polibatam membuka training AMTO Basic License untuk kedua jalur: perawatan mesin & avionik. (Politeknik Negeri Batam) Polibatam memiliki sertifikat AMTO dari DKPPU. (Polibatam)
2. Politeknik Negeri Bandung (Polban) A1.4 (Airframe / Turbin) (Politeknik Negeri Bandung) Polban terdaftar sebagai AMTO dengan Approval 147D-14 dari DKPPU. (Politeknik Negeri Bandung) Pendaftaran training AMTO terbuka untuk mahasiswa & publik umum. (Politeknik Negeri Bandung)
3. Politeknik Penerbangan Makassar (Poltekbang Makassar) A1, A3, A4 (airframe & mesin) (Poltekbang Makassar) AMTO Poltekbang Makassar mendapat persetujuan AMTO (Approval 147D-13) untuk basic certificate A1, A3, A4. (Poltekbang Makassar)
4. Politeknik Penerbangan Surabaya (Poltekbang Surabaya) A1, A4; dan C1, C2, C4 (avionik) (Wikipedia) Poltekbang Surabaya menyelenggarakan diklat A1 & A4 (dalam 167 hari) untuk basic license. (Kominfo Jatimprov) Menurut Wikipedia Poltekbang Surabaya, mereka menawarkan “Basic Certificate of Aircraft Maintenance Engineering (C1, C2, C4)”. (Wikipedia)
5. STTKD Training Center (Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan) A1 (Airframe), A4 (Turbine) (STTKD Training Center) STTKD TC memiliki Approval AMTO 147D-17 dari DKPPU. (STTKD Training Center) Durasi pelatihan AMTO di STTKD ≈ 18 bulan. (STTKD Training Center)
6. Telkom University – ATC / Avionic C1 (Radio), C2 (Instrumen), C4 (Electrical) (Amto Telkom University) Tel-U punya program Basic Aircraft Maintenance untuk kategori C (avionik) yang diakui oleh DKPPU melalui AMTO. (Amto Telkom University)
7. Politeknik Penerbangan Indonesia Curug (PPI Curug) A-license (melalui program D4 Teknik Pesawat Udara) (web.ppicurug.ac.id) PPI Curug adalah AMTO resmi (dengan AMTO-Certificate dari DKPPU). (web.ppicurug.ac.id) Program D4 Teknik Pesawat Udara di PPI Curug menyertakan pendidikan AMTO untuk maintenance pesawat. (web.ppicurug.ac.id)

Catatan Penting

  • Daftar ini tidak mencakup semua AMTO di Indonesia, tetapi beberapa AMTO “kedinasan / vokasi / perguruan tinggi besar” yang populer dan relatif aktif.

  • Sebelum mendaftar, pastikan untuk cek situs resmi masing-institusi untuk info pendaftaran terbaru (kuota, biaya, syarat) karena bisa berubah.

  • Periksa juga approval AMTO (nomor persetujuan) di website resmi Kementerian Perhubungan / Direktorat Kelaikudaraan & Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) agar memastikan program AMTO-nya sah dan lisensi yang keluar diakui.

semua AMTO yang memiliki izin untuk lisensi A1–A4 dan C1–C4 (termasuk swasta) per data resmi DKPPU saat ini dan kirim link resmi per AMTO (Aircraft Maintenance Training Organization) di Indonesia yang punya izin resmi (approval) dari DGCA / DKPPU + info lisensi dasar yang bisa dikeluarkan. Tapi catatan: tidak semua AMTO punya informasi publik lengkap untuk semua kategori lisensi (A1-A4, C1-C4), jadi daftar ini mungkin tidak 100% komprehensif, tapi cukup representatif.

Daftar AMTO Resmi / Terdaftar dengan Izin + Informasi Lisensi

Berikut beberapa AMTO di Indonesia lengkap dengan nomor persetujuan (approval) dan link resmi:

AMTO / Institusi Nomor Approval & Info Lisensi Basic yang Ditunjukkan di Sumber Publik
1. Politeknik Negeri Batam (Polibatam) Approval AMTO: 147D-15 (p4m.polibatam.ac.id) A1, A3, A4 (airframe + engine) dan C1, C2, C4 (avionik) (Politeknik Negeri Batam)
2. Politeknik Negeri Bandung (Polban) Approval AMTO: 147D-14 (Politeknik Negeri Bandung) Basic Certificate A1.4 (Politeknik Negeri Bandung)
3. STTKD Training Center (Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan) Approval AMTO: 147D-17 (STTKD Training Center) Lisensi Basic A1 (Fixed Wing Airframe) & A4 (Gas Turbine) (STTKD)
4. Telkom University – Aviation Training (Avionic) AMTO Telkom Univ: 147D-19 (Amto Telkom University) Kategori C (avionik): radio, instrumen, electrical (Amto Telkom University)
5. Politeknik Penerbangan Indonesia – Curug AMTO Approval: 147D-03 (sesuai sertifikat AMTO Curug) (Scribd) Dalam opspec AMTO Curug: “Basic Aircraft Maintenance Training” untuk:
  • Airframe (pesawat terbang / helikopter)

  • Mesin piston & turbin

  • Avionik: radio (C1), instrumen (C2), dan listrik (C4) (Scribd) |

Catatan dan Saran

  • Karena daftar AMTO bisa berubah (AMTO bisa mendapat perpanjangan izin / penundaan), sangat disarankan untuk cek situs resmi DGCA / DKPPU / Kemenhub untuk daftar AMTO paling up-to-date.

  • Saat memilih AMTO, perhatikan lisensi basic mana yang ditawarkan: tidak semua AMTO menyediakan semua lisensi (A1–A4, C1–C4).

  • Pastikan untuk mengecek syarat pendaftaran, durasi pelatihan, dan biaya di situs AMTO karena bisa sangat bervariasi.

  • Saat lulus dan mengikuti ujian AMTO, pastikan hasil pelatihannya diakui untuk lisensi yang ingin kamu ambil.

Tambahan untuk lembaga swasta : 

1. Universitas Nurtanio (UNNUR), Bandung

2. Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma (UNSURYA), Halim, Jakarta

  • Di Laporan Tahunan UNSURYA tercantum bahwa UNSURYA punya program AMTO. unsurya.ac.id

  • Tepatnya di Fakultas Teknik Dirgantara & Industri, prodi “Teknik Aeronautika” punya “Program AMTO (Aircraft Maintenance Training Organization)”. unsurya.ac.id

  • Namun, saya tidak menemukan sumber publik yang jelas menyatakan lisensi basic mana (A1–A4 atau C1–C4) yang ditawarkan di program AMTO UNSURYA.

  • Ada penelitian / tulisan di jurnal yang menyatakan bahwa UNSURYA “berharap … memiliki sertifikat AMTO” di masa depan. Pusat Jurnal Ilmiah Itu berarti program AMTO mereka bisa masih dalam pengembangan untuk lisensi penuh dan mungkin belum semua lisensi dasar tersedia.


3. Politeknik Negeri Malang (Polinema) memang menyediakan program dengan basic certificate (lisensi dasar) di bidang pemeliharaan pesawat udara:

  • Dalam kelas kerja sama Polinema dengan PT GMF AeroAsia, terdapat program Diploma III Teknik Mesin konsentrasi “Perawatan Pesawat Udara”. (Polinema)

  • Lulusan program kerjasama ini akan memperoleh “Basic Certificate” sesuai CASR‐65 (Certificate sesuai regulasi perawatan pesawat) selain ijazah D-III. (kelsawojajar.malangkota.go.id)

  • Menurut laman Direktorat Vokasi, Polinema disebut sebagai salah satu perguruan tinggi vokasi yang “dapat menerbitkan dua jenis Basic License” bagi mahasiswa perawatan pesawat. (Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi)

Catatan penting: Dokumen publik Polinema tidak menjelaskan secara rinci “A-license (A1, A4)” atau “C-license (C1–C4)” secara spesifik seperti AMTO-147; mereka menyebut “Basic Aircraft Maintenance (BAM)” dengan referensi CASR-65, yang mungkin sedikit berbeda dari lisensi AMTO 147 (tergantung konteks regulasi).

Saya tidak menemukan sumber tepercaya yang menyatakan bahwa Politeknik Negeri Malang (Polinema) memiliki AMTO dengan lisensi A1 / A4 / C-license (C1-C4) yang diakui DKPPU seperti AMTO 147. Berikut rangkuman dari hasil pengecekan + analisis:

🔍 Hasil Cek Polinema Malang

  1. Program Kelas Kerja Sama GMF

    • Polinema punya kelas kerjasama dengan PT GMF AeroAsia untuk program D-III Teknik Mesin, konsentrasi Perawatan Pesawat Udara. (Polinema)

    • Lulusan program ini mendapat:

    • CASR-65 adalah regulasi keselamatan penerbangan sipil, tetapi ini berbeda dengan AMTO-147 (lisensi teknisi); “BAM Certificate sesuai CASR-65” bukan necessarily “Basic License A/C AMTO-147”.

  2. Dokumen Pendaftaran Mahasiswa

    • Di pengumuman pendaftaran Polinema untuk D-III Teknologi Pemeliharaan Pesawat Udara, disebut Basic Certificate sesuai CASR 65. (kelsawojajar.malangkota.go.id)

    • Tidak disebut spesifik “A1, A4, C1, C2, C4” di pengumuman tersebut.

  3. Laporan GMF AeroAsia

    • GMF (mitra Polinema) memiliki AMTO 147 (AMTO-147) dan menyatakan bahwa AMTO-147 mereka mengeluarkan “Basic License seperti C1, C2, C4, A1 dan A4” dalam laporan tahunan lama.

    • Namun, keberadaan AMTO-147 di GMF tidak langsung berarti semua lembaga partner (seperti Polinema) bisa mengeluarkan semua lisensi ini di bawah nama AMTO mereka sendiri — tergantung perizinan AMTO lembaga / remote AMTO.

✅ Kesimpulan

  • Polinema menyediakan basic certificate melalui program D-III dengan GMF, tetapi sertifikat tersebut adalah “Basic Aircraft Maintenance (BAM)” sesuai CASR-65, bukan lisensi AMTO-147 yang secara spesifik menyebut A1/A4 atau C-license.

  • Saya tidak menemukan bukti kuat bahwa Polinema adalah AMTO independen dengan izin 147D yang mengeluarkan lisensi A1, A4, C1–C4.

  • Karena itu, jika tujuanmu adalah mendapatkan lisensi teknisi AMTO (A-license / C-license), Polinema mungkin bukan pilihan AMTO yang lengkap seperti beberapa politeknik AMTO lain.


Saya cek sejumlah sumber, dan tidak menemukan bukti kuat bahwa Polinema (Politeknik Negeri Malang) saat ini memiliki AMTO 147 penuh dengan lisensi A1-A4 dan C1-C4 yang disetujui DGCA (DKPPU). Berikut analisis lebih rinci:

Hasil Cek untuk Polinema (Jawa Timur)

  1. Program Studi D-III Teknologi Pemeliharaan Pesawat Udara (TPPU)

    • Polinema punya prodi D-III Pemeliharaan Pesawat Udara. (Polinema)

    • Di deskripsi prodi disebut sebagai kompetensi lulusannya “teknisi pesawat udara berlisensi A1, A4 dan C1, C2, C4”. (Polinema)

    • Jadi, di kurikulum Polinema memang mereka menyatakan kemampuan lisensi teknisi basic (A1, A4, C1, C2, C4).

  2. Kerja Sama AMTO dengan GMF

    • Ada bukti bahwa Polinema terlibat dalam “kelas AMTO 147 PT. GMF AeroAsia” untuk prodi TPPU-nya. (Facebook)

    • Itu berarti beberapa batch pelatihan teknisi menggunakan AMTO 147 GMF.

  3. Tidak Ditemukan Sertifikat AMTO Sendiri

    • Saya tidak menemukan dokumen resmi (misalnya “Certificate AMTO Polinema 147D-xx”) yang menunjukkan bahwa Polinema adalah AMTO independen dengan nomor approval 147D sendiri (mirip dengan Polban, Polibatam, dsb).

    • Di situs AMTO formal atau publikasi DKPPU / Kemenhub, Polinema tidak secara jelas muncul sebagai AMTO 147 dengan opsesifikasi rating A & C.

Kesimpulan Sementara

  • Polinema memiliki program TPPU dimana lulusannya “berkompetensi teknisi berlisensi A1, A4, C1, C2, C4” menurut prodi.

  • Mereka menggunakan AMTO 147 bersama GMF AeroAsia dalam pelatihan tertentu (kelas AMTO), jadi bukan berarti Polinema punya seluruh lisensi AMTO secara mandiri.

  • Karena tidak jelas bahwa Polinema memiliki Approval AMTO 147D sendiri, maka untuk mencari AMTO yang benar-benar “lisensi penuh A- dan C-license” mungkin lebih aman memilih AMTO yang diketahui punya sertifikat resmi, seperti Poltekbang, Polibatam, Polban, dsb.


Artikel diambil dari berbagai sumber, untuk lebih jelasnya, blogger bisa membuka situs resmi instansi tersebut. 
Merci ... 


Basic Skill - Aircraft Tools

AIRCRAFT TOOLS – Materi Basic Skill / Dasar Kejuruan

Peralatan pesawat udara (Aircraft Tools) adalah alat–alat dasar yang digunakan teknisi untuk melakukan pekerjaan perawatan, perbaikan, inspeksi, dan instalasi pada struktur serta sistem pesawat. Pemahaman alat ini sangat penting sebagai kompetensi dasar bagi siswa Teknik Pesawat Udara.

 

1. Screwdrivers (Obeng)

Fungsi : Untuk mengencangkan atau mengendurkan baut/skrip dengan jenis kepala tertentu.

Jenis–jenis Obeng :



  • Flathead/Slotted Screwdriver → kepala datar
  • Phillips/Crosshead Screwdriver → berbentuk tanda plus (+)
  • Torx Screwdriver → berbentuk bintang
  • Offset Screwdriver → untuk ruang sempit

  • gambar : offset screwdriver

Cara Penggunaan

  1. Pilih obeng yang sesuai dengan jenis dan ukuran kepala sekrup.
  2. Tempelkan ujung obeng pada kepala sekrup.
  3. Tekan sedikit kemudian putar searah jarum jam untuk mengencangkan, dan sebaliknya untuk melepas.

Digunakan Untuk : 

  • Membuka atau memasang panel
  • Perakitan komponen avionik
  • Perawatan interior pesawat

 

2. Wrenches (Kunci)

Fungsi : Untuk mengencangkan atau melepas mur dan baut dengan ukuran tertentu.

Jenis–jenis:


source : https://www.instagram.com/p/DGQhVIHMj6v/


  • Open-End Wrench → rahang terbuka
  • Box-End Wrench → rahang tertutup
  • Combination Wrench → satu sisi open, satu sisi box
  • Adjustable Wrench (Kunci Inggris) → rahang bisa diatur
  • Torque Wrench → mengukur torsi pengencangan

Cara Penggunaan

  1. Pilih ukuran kunci yang sesuai.
  2. Pasangkan kunci pada mur/baut.
  3. Putar hingga mur mengencang atau mengendur.
  4. Jika menggunakan torque wrench, sesuaikan nilai torsi sesuai manual pesawat (AMM).

Digunakan Untuk

  • Instalasi pipa hidrolik
  • Pemasangan mounting engine
  • Perbaikan landing gear

3. Pliers (Tang)

Fungsi : Untuk memegang, memotong, membengkokkan, atau menarik material.

Jenis–jenis:


  • Slip-Joint Pliers → serbaguna 




  • Needle-Nose Pliers → menjangkau tempat sempit



  • Diagonal Cutting Pliers → memotong kabel




  • Safety Wire Pliers → memasang safety wire



Cara Penggunaan

  1. Pilih tang sesuai fungsi.
  2. Jepit material atau kawat dengan rahang.
  3. Lakukan penekanan atau pemotongan sesuai kebutuhan.

Digunakan Untuk

  • Memotong kabel
  • Memasang safety wire pada komponen vital
  • Menjepit bagian kecil dalam sistem pesawat

 

4. Hammers (Palu)

Fungsi : Memberikan pukulan untuk membentuk, meratakan, atau memasang komponen.

Jenis–jenis:

  • Ball-Peen Hammer → untuk pekerjaan logam

  • Soft-Face Hammer → permukaan lunak agar tidak merusak komponen




  • Plastic Mallet → bekerja pada material komposit



  • Rubber Mallet → untuk berbagai tugas yang memerlukan gaya pukul yang lembut dan tidak merusak. Fungsi utamanya adalah memberikan dampak tanpa meninggalkan bekas, penyok, atau goresan pada permukaan yang halus atau rentan, berbeda dengan palu logam keras 

Cara Penggunaan
  1. Pegang gagang palu dengan kuat.
  2. Arahkan pukulan ke objek dengan kontrol yang baik.
  3. Gunakan soft-face untuk material sensitif seperti aluminium pesawat.

Digunakan Untuk

  • Riveting
  • Sheet metal forming
  • Mengatur posisi komponen ringan

 

5. Measuring Tools (Alat Ukur)

Fungsi : Mengukur dimensi, jarak, ketebalan, atau kelurusan komponen pesawat.

Jenis–jenis:

  • Steel Rule


  • Vernier Caliper/Sigmat/Jangka Sorong


  • Micrometer


  • Feeler Gauge


  • Depth Gauge


Cara Penggunaan

  • Sesuaikan alat dengan kebutuhan pengukuran
  • Pastikan alat bersih
  • Tempelkan permukaan ukur dengan benar
  • Baca hasil sesuai skala

Digunakan Untuk

  • Mengukur ketebalan skin
  • Mengukur clearance dan toleransi
  • Memeriksa panjang baut atau komponen mesin

 

6. Safety Wire Tools

Fungsi : Mengunci komponen vital agar tidak kendor akibat getaran.

Jenis–jenis:

  • Safety Wire Plier
  • Safety Wire
  • Safety Wire Cutter

Cara Penggunaan

  1. Masukkan kawat ke lubang mur atau baut.
  2. Putar menggunakan safety wire plier.
  3. Potong sisa kawat dengan rapi.

Digunakan Untuk

  • Mengunci nut pada engine mount
  • Mengamankan baut pada sistem bahan bakar dan oli

 

7. Riveting Tools

Fungsi : Untuk memasang rivet pada struktur pesawat.

Jenis–jenis:

  • Rivet Gun
  • Bucking Bar
  • Hand Riveter
  • Dimple Tool / Rivet Squeezer

Cara Penggunaan

  1. Tempatkan rivet pada lubang panel.
  2. Tahan bucking bar di belakang rivet.
  3. Tekan rivet gun hingga rivet terpasang sempurna.

Digunakan Untuk

  • Perbaikan skin pesawat
  • Pemasangan panel aluminium
  • Struktur fuselage dan wing

 

8. Cutting Tools

Fungsi : Memotong material seperti aluminium, karet, plastik, atau kabel.

Jenis–jenis:

  • Hacksaw
  • Aviation Snips (left, right, straight cut)
  • Utility Knife
  • Tubing Cutter

Cara Penggunaan

  • Sesuaikan alat dengan jenis material
  • Ikuti garis potong
  • Gunakan APD: sarung tangan, kacamata

Digunakan Untuk

  • Pemotongan lembaran aluminium
  • Pemotongan pipa bahan bakar/hidrolik
  • Pemotongan isolasi kabel

 

9. Files & Deburring Tools

Fungsi : Meratakan, menghaluskan, atau menghilangkan burr setelah pemotongan.

Cara Penggunaan

  • Pegang file dengan kedua tangan
  • Gerakkan maju–mundur secara teratur
  • Deburring tool diputar mengikuti tepi lubang

Digunakan Untuk

  • Menghaluskan tepi panel
  • Membersihkan lubang rivet
  • Finishing perbaikan sheet metal

 

10. Special Aviation Tools

Berbagai alat khusus penerbangan, seperti:

  • Borescope → inspeksi ruang sempit (turbin, ducting)
  • Torque Wrench → pengencangan dengan torsi tertentu
  • Crimping Tool → memasang konektor listrik
  • Multimeter → mengecek tegangan, resistansi, arus
11. 



Alhamdulillah....


 

Tugas Maintenance Practice : Composite

  Tugas Maintenance Practice :  Mengerjakan Soal Esai  Jelaskan pengertian material komposit dan sebutkan mengapa material ini banyak di...