Pengikut

Tampilkan postingan dengan label Teknik Pesawat Udara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknik Pesawat Udara. Tampilkan semua postingan

Minggu, 23 November 2025

Basic Skill - Aircraft Tools

AIRCRAFT TOOLS – Materi Basic Skill / Dasar Kejuruan

Peralatan pesawat udara (Aircraft Tools) adalah alat–alat dasar yang digunakan teknisi untuk melakukan pekerjaan perawatan, perbaikan, inspeksi, dan instalasi pada struktur serta sistem pesawat. Pemahaman alat ini sangat penting sebagai kompetensi dasar bagi siswa Teknik Pesawat Udara.

 

1. Screwdrivers (Obeng)

Fungsi : Untuk mengencangkan atau mengendurkan baut/skrip dengan jenis kepala tertentu.

Jenis–jenis Obeng :



  • Flathead/Slotted Screwdriver → kepala datar
  • Phillips/Crosshead Screwdriver → berbentuk tanda plus (+)
  • Torx Screwdriver → berbentuk bintang
  • Offset Screwdriver → untuk ruang sempit

  • gambar : offset screwdriver

Cara Penggunaan

  1. Pilih obeng yang sesuai dengan jenis dan ukuran kepala sekrup.
  2. Tempelkan ujung obeng pada kepala sekrup.
  3. Tekan sedikit kemudian putar searah jarum jam untuk mengencangkan, dan sebaliknya untuk melepas.

Digunakan Untuk : 

  • Membuka atau memasang panel
  • Perakitan komponen avionik
  • Perawatan interior pesawat

 

2. Wrenches (Kunci)

Fungsi : Untuk mengencangkan atau melepas mur dan baut dengan ukuran tertentu.

Jenis–jenis:


source : https://www.instagram.com/p/DGQhVIHMj6v/


  • Open-End Wrench → rahang terbuka
  • Box-End Wrench → rahang tertutup
  • Combination Wrench → satu sisi open, satu sisi box
  • Adjustable Wrench (Kunci Inggris) → rahang bisa diatur
  • Torque Wrench → mengukur torsi pengencangan

Cara Penggunaan

  1. Pilih ukuran kunci yang sesuai.
  2. Pasangkan kunci pada mur/baut.
  3. Putar hingga mur mengencang atau mengendur.
  4. Jika menggunakan torque wrench, sesuaikan nilai torsi sesuai manual pesawat (AMM).

Digunakan Untuk

  • Instalasi pipa hidrolik
  • Pemasangan mounting engine
  • Perbaikan landing gear

3. Pliers (Tang)

Fungsi : Untuk memegang, memotong, membengkokkan, atau menarik material.

Jenis–jenis:


  • Slip-Joint Pliers → serbaguna 




  • Needle-Nose Pliers → menjangkau tempat sempit



  • Diagonal Cutting Pliers → memotong kabel




  • Safety Wire Pliers → memasang safety wire



Cara Penggunaan

  1. Pilih tang sesuai fungsi.
  2. Jepit material atau kawat dengan rahang.
  3. Lakukan penekanan atau pemotongan sesuai kebutuhan.

Digunakan Untuk

  • Memotong kabel
  • Memasang safety wire pada komponen vital
  • Menjepit bagian kecil dalam sistem pesawat

 

4. Hammers (Palu)

Fungsi : Memberikan pukulan untuk membentuk, meratakan, atau memasang komponen.

Jenis–jenis:

  • Ball-Peen Hammer → untuk pekerjaan logam

  • Soft-Face Hammer → permukaan lunak agar tidak merusak komponen




  • Plastic Mallet → bekerja pada material komposit



  • Rubber Mallet → untuk berbagai tugas yang memerlukan gaya pukul yang lembut dan tidak merusak. Fungsi utamanya adalah memberikan dampak tanpa meninggalkan bekas, penyok, atau goresan pada permukaan yang halus atau rentan, berbeda dengan palu logam keras 

Cara Penggunaan
  1. Pegang gagang palu dengan kuat.
  2. Arahkan pukulan ke objek dengan kontrol yang baik.
  3. Gunakan soft-face untuk material sensitif seperti aluminium pesawat.

Digunakan Untuk

  • Riveting
  • Sheet metal forming
  • Mengatur posisi komponen ringan

 

5. Measuring Tools (Alat Ukur)

Fungsi : Mengukur dimensi, jarak, ketebalan, atau kelurusan komponen pesawat.

Jenis–jenis:

  • Steel Rule


  • Vernier Caliper/Sigmat/Jangka Sorong


  • Micrometer


  • Feeler Gauge


  • Depth Gauge


Cara Penggunaan

  • Sesuaikan alat dengan kebutuhan pengukuran
  • Pastikan alat bersih
  • Tempelkan permukaan ukur dengan benar
  • Baca hasil sesuai skala

Digunakan Untuk

  • Mengukur ketebalan skin
  • Mengukur clearance dan toleransi
  • Memeriksa panjang baut atau komponen mesin

 

6. Safety Wire Tools

Fungsi : Mengunci komponen vital agar tidak kendor akibat getaran.

Jenis–jenis:

  • Safety Wire Plier
  • Safety Wire
  • Safety Wire Cutter

Cara Penggunaan

  1. Masukkan kawat ke lubang mur atau baut.
  2. Putar menggunakan safety wire plier.
  3. Potong sisa kawat dengan rapi.

Digunakan Untuk

  • Mengunci nut pada engine mount
  • Mengamankan baut pada sistem bahan bakar dan oli

 

7. Riveting Tools

Fungsi : Untuk memasang rivet pada struktur pesawat.

Jenis–jenis:

  • Rivet Gun
  • Bucking Bar
  • Hand Riveter
  • Dimple Tool / Rivet Squeezer

Cara Penggunaan

  1. Tempatkan rivet pada lubang panel.
  2. Tahan bucking bar di belakang rivet.
  3. Tekan rivet gun hingga rivet terpasang sempurna.

Digunakan Untuk

  • Perbaikan skin pesawat
  • Pemasangan panel aluminium
  • Struktur fuselage dan wing

 

8. Cutting Tools

Fungsi : Memotong material seperti aluminium, karet, plastik, atau kabel.

Jenis–jenis:

  • Hacksaw
  • Aviation Snips (left, right, straight cut)
  • Utility Knife
  • Tubing Cutter

Cara Penggunaan

  • Sesuaikan alat dengan jenis material
  • Ikuti garis potong
  • Gunakan APD: sarung tangan, kacamata

Digunakan Untuk

  • Pemotongan lembaran aluminium
  • Pemotongan pipa bahan bakar/hidrolik
  • Pemotongan isolasi kabel

 

9. Files & Deburring Tools

Fungsi : Meratakan, menghaluskan, atau menghilangkan burr setelah pemotongan.

Cara Penggunaan

  • Pegang file dengan kedua tangan
  • Gerakkan maju–mundur secara teratur
  • Deburring tool diputar mengikuti tepi lubang

Digunakan Untuk

  • Menghaluskan tepi panel
  • Membersihkan lubang rivet
  • Finishing perbaikan sheet metal

 

10. Special Aviation Tools

Berbagai alat khusus penerbangan, seperti:

  • Borescope → inspeksi ruang sempit (turbin, ducting)
  • Torque Wrench → pengencangan dengan torsi tertentu
  • Crimping Tool → memasang konektor listrik
  • Multimeter → mengecek tegangan, resistansi, arus
11. 



Alhamdulillah....


 

Sabtu, 20 September 2025

SMK Bisa! Siswa SMKN 29 Jakarta Rakitan Pesawat Ringan Jabiru J430

 




SMK Bisa! Siswa SMKN 29 Jakarta Rakitan Pesawat Ringan Jabiru J430

SMKN 29 Jakarta, salah satu sekolah vokasi penerbangan terbaik di Indonesia, mencetak sejarah dengan keberhasilan merakit pesawat ringan Jabiru J430. Proyek ambisius ini menghasilkan sebuah pesawat yang diberi nama Swayasa, menjadi simbol kemampuan siswa SMK dalam dunia kedirgantaraan.

Sejarah Awal Perakitan Pesawat Jabiru J430 di SMKN 29 Jakarta

Pada akhir 2011 dan awal 2012, SMKN 29 Penerbangan (Kebayoran Baru, Jakarta) melaksanakan proyek perakitan pesawat ringan Jabiru J430 bersama siswa dan guru program keahlian penerbangan. Proyek ini menjadi salah satu momen penting dalam upaya menguatkan praktik vokasi di bidang aviasi: bukan hanya sekadar teori kelas, namun praktik nyata merakit pesawat dari komponen-komponen kit yang dikirim dari pabrikan.

Pesawat Jabiru J430 merupakan pesawat ringan asal Australia yang dirancang untuk kebutuhan pendidikan dan penerbangan umum. SMKN 29 Jakarta mendapat kesempatan istimewa untuk merakit pesawat ini sebagai bagian dari program penguatan pendidikan vokasi. Proyek ini dimulai sejak kedatangan kit pesawat di hanggar sekolah, disambut dengan semangat oleh guru, siswa, dan pihak industri penerbangan. [1]


Awal inisiatif dan kedatangan komponen

Menurut liputan dan catatan yang beredar, komponen-komponen utama Jabiru J430 tiba di SMKN 29 pada sekitar Agustus 2011. Setelah komponen lengkap datang, sekolah menyiapkan ruang perakitan khusus dan memulai proses perakitan yang melibatkan siswa-siswa jurusan penerbangan di bawah pengawasan guru dan teknisi pembimbing. Sekolah memberi nama pesawat hasil rakitan itu “Swayasa”, yang bermakna karya rakitan sendiri. [2]


Tim perakitan dan tujuan pendidikan

Perakitan melibatkan puluhan hingga ratusan siswa selama beberapa bulan — sebagai bagian aplikasi mata pelajaran praktik keahlian. Proyek ini bertujuan ganda: (1) memberikan pengalaman langsung tentang konstruksi dan sistem pesawat (struktur komposit, pemasangan mesin, sistem kontrol dan avionik dasar), dan (2) menumbuhkan kapabilitas sekolah untuk menghasilkan lulusan yang siap kerja di industri penerbangan. Liputan foto memperlihatkan siswa bekerja di hangar/perakitan dengan pengawasan guru.

Tentang pesawat: Jabiru J430 (sedikit teknis)

Jabiru J430 adalah salah satu model light aircraft buatan Jabiru (Australia) — desain kit/composite, high-wing, empat tempat duduk, dan umumnya menggunakan mesin Jabiru 3300 (6-silinder) ~120 hp. Model ini banyak dipasarkan sebagai kit bagi klub, sekolah, atau perakit independen; estimasi waktu bangun dari kit pabrikan dilaporkan ratusan jam kerja. Spesifikasi umum dan karakteristik terbang J430 tercatat di dokumen pabrikan dan publikasi aviasi. [3]  


Proses teknis & tahapan perakitan

Berdasarkan foto dan laporan, tahapan perakitan di SMKN 29 meliputi:

  1. Persiapan dan pemeriksaan komponen kit (fuselage, sayap, empennage, komponen kontrol). Tempo Data

  2. Perakitan struktur komposit dan sambungan utama; pemasangan sistem kontrol permukaan (kabel/rod/hinge). Antara News

  3. Pemasangan mesin, instalasi bahan bakar, saluran kontrol, dan panel instrumen dasar. Antara News

  4. Uji kebocoran, pengecekan keselarasan permukaan kontrol, dan pemeriksaan pra-penerbangan (ground testing). Laporan populer menyinggung bahwa meskipun perakitan selesai, izin terbang dan proses sertifikasi menghadapi hambatan birokrasi. Blog Pendidik+1


Proses Perakitan Pesawat: Dari Kit Hingga Swayasa

Kedatangan Kit Jabiru J430 ke SMKN 29 Jakarta

Kit pesawat tiba dalam bentuk komponen yang harus dirakit secara teliti. Setiap bagian—mulai dari sayap, fuselage, hingga tail section—diperiksa dan disiapkan untuk tahap perakitan.

Tahapan Perakitan Struktur Pesawat

Siswa jurusan Teknik Pesawat Udara (TPU) dilibatkan langsung dalam proses perakitan struktur. Mereka belajar menggabungkan komponen pesawat sesuai standar industri kedirgantaraan.

Pemasangan Sistem Mesin dan Avionik

Setelah struktur utama selesai, tahap berikutnya adalah pemasangan mesin dan sistem avionik. Proses ini menuntut ketelitian tinggi karena menyangkut keselamatan dan kinerja pesawat.

Uji Fungsi dan Ground Run Pesawat Swayasa

Sebelum siap terbang, pesawat menjalani ground run test untuk memastikan sistem mesin, kontrol, dan avionik bekerja dengan baik.

Peran Guru dan Siswa dalam Proyek Perakitan Pesawat

Guru bertindak sebagai pembimbing teknis, sementara siswa menjadi pelaku utama di lapangan. Kolaborasi ini menjadikan proyek perakitan Jabiru J430 bukan hanya sebuah pembelajaran, melainkan juga pengalaman nyata dunia kerja.

Tantangan dan Solusi Saat Merakit Pesawat Jabiru J430

Dalam proses perakitan, tim menghadapi berbagai tantangan: mulai dari menyesuaikan komponen, keterbatasan fasilitas, hingga kebutuhan ketelitian ekstra. Namun, dengan semangat gotong royong dan bimbingan guru, semua hambatan dapat teratasi.

Prestasi dan Pengakuan untuk SMKN 29 Jakarta

Keberhasilan merakit pesawat Swayasa membawa kebanggaan besar bagi SMKN 29 Jakarta. Pesawat ini menjadi bukti nyata bahwa siswa SMK mampu menghasilkan karya yang diakui secara nasional, bahkan berpotensi mendunia.

Makna dan Manfaat Proyek Swayasa bagi Dunia Pendidikan Vokasi

Proyek ini menunjukkan bahwa pendidikan vokasi di Indonesia dapat menghasilkan karya nyata. Swayasa bukan hanya pesawat, melainkan simbol “SMK Bisa!” yang menginspirasi banyak generasi muda untuk terus berkarya di bidang penerbangan dan teknologi.

✈️ Dengan adanya proyek ini, SMKN 29 Jakarta menegaskan diri sebagai sekolah kejuruan yang tidak hanya mendidik, tetapi juga melahirkan karya monumental bagi dunia kedirgantaraan.

Tantangan non-teknis: perizinan dan birokrasi

Beberapa tulisan lokal menyebutkan bahwa kendala utama setelah perakitan bukan hanya masalah teknis, melainkan proses perizinan terbang (sertifikasi/izin udara) yang rumit dan memakan waktu. Hal ini umum terjadi untuk pesawat rakitan sekolah karena harus memenuhi persyaratan otoritas penerbangan sebelum terbang komersial atau demonstrasi publik. Akibatnya, meskipun pesawat telah selesai dirakit dan bahkan dipamerkan, proses formal untuk mendapatkan izin terbang menjadi hambatan. Blog Pendidik+1


Pameran, demonstrasi, dan dampak publikasi

Pesawat hasil perakitan SMKN 29 pernah dipamerkan dalam beberapa kegiatan seperti pameran pendidikan dan event publik (contoh: Jakarta Fair disebut-sebut dalam arsip foto dan pos komunitas). Liputan media cetak/online dan foto berita (antaranews, tempo, arsip blog/unggahan) memberi sorotan positif terhadap upaya sekolah dan menempatkan SMKN 29 sebagai contoh program vokasi yang aplikatif. Antara News+2Tempo Data+2


Warisan pendidikan dan pelajaran yang dipetik

Proyek perakitan Jabiru J430 di SMKN 29 menunjukkan beberapa pelajaran penting:

  • Pendidikan vokasi efektif bila terhubung langsung ke proyek dunia nyata (real project-based learning). Blog Pendidik

  • Kolaborasi antara pabrikan (penyedia kit), sekolah, dan otoritas diperlukan agar hasil perakitan juga bisa digunakan secara fungsional (mis. terbang/sertifikasi). jabiru.aero+1

  • Dokumentasi, manajemen proyek, dan kepatuhan regulasi adalah keterampilan penting yang harus diajarkan bersamaan dengan keterampilan teknis. Antara News


Penutup

Perakitan Jabiru J430 oleh SMKN 29 bukan sekadar pembangunan satu pesawat, melainkan bukti bahwa pendidikan menengah kejuruan bisa melaksanakan proyek teknis skala besar yang memberikan pengalaman berharga bagi peserta didik. Meski ada tantangan—termasuk administratif dan sertifikasi—proyek ini tetap menjadi catatan prestasi vokasi aviasi di Indonesia dan sumber inspirasi bagi SMK lain yang ingin mengembangkan program serupa. Tempo Data+2Antara News+2




Sumber : 

[1] https://data.tempo.co/foto/detail/P3110201100133/siswa-smkn-29-merakit-pesawat-jabiru-j430-buatan-australia?utm_source

[2] https://indonesiaproud.wordpress.com/2011/11/10/swayasa-jabiru-j430-pesawat-terbang-rakitan-smkn-29-jakarta/?utm_source

[3] https://jabiru.aero/j230-j430/?utm_source


Senin, 01 September 2025

AIRCRAFT HARDWARE

BAB 9. MENERAPKAN AIRCRAFT HARDWARE


9.1.  MENGIDENTIFIKASI BERBAGAI JENIS-JENIS FASTENERS

    Perangkat keras pesawat terbang adalah istilah yang digunakan untuk menguraikan berbagai jenis pengunci dan bermacam-macam di dalam pembuatan dan perbaikan pesawat terbang. Pentingnya perangkat keras pesawat terbang adalah sering dilewatkan oleh karena ukuran kecil nya; bagaimanapun, operasi yang efisien dan aman tentang segala  pesawat terbang   sangat bergantung atas pemilihan yang benar dan penggunaan perangkat keras pesawat terbang. Kebanyakan materi perangkat keras pesawat terbang dikenali dari nama dagang atau spesifikasinya.

Rivet dan alat pengunci-ulir pada umumnya dikenali oleh:

• AN (Airf Force-Navy/Angkatan Udara - Angkatan Laut AS)

• NAS (National Aircraft Standard/Standard Nasional Pesawat terbang )

• MS (Military Standard/Standar Militer)

 Quick-Release pengancing pada umumnya dikenali oleh nama dagang dan ukuran tujuan pabrik

 C. Pengikat PESAWAT TERBANG

 Berbagai jenis alat pengikat mengijinkan penggantian atau perlucutan komponen pesawat terbang dengan cepat.

 Sebagian dari komponen atau sambungan pengikat pesawat terbang yaitu : 

• Bolt/Baut

• Paku keling/Rivet

• Sekrup/Screw

Mengelas/Welding

 

9.1.1.    Mengidentifikasi Threads fasteners  

           Berbagai jenis alat pengunci memberikan pembongkaran atau penggantian komponen pesawat yang harus dibongkar dan dipasang bersama pada jangka waktu tertentu. Pekerjaan merivet atau mengelas pada komponen-komponen ini tiap waktu diperbaiki akan memperlemah atau merusak sambungan. Selanjutnya , beberapa sambungan membutuhkan kekuatan tarik yang besar dan kekakuan daripada rivet yang tersedia. Baut dan sekrup adalah dua jenis alat pengunci dimana memberi persyaratan keamanan alat pelengkap dan kekakuan. Secara umum baut digunakan dimana kekuatan yang besar dibutuhkan, dan sekrup digunakan dimana kekuatan bukan faktor yang menentukan.

            Baut dan sekrup adalah serupa dalam banyak tujuan. Baut digunakan untuk pengunci atau pemegang, dan setiapnya memiliki satu kepala pada ujungnya dan sekrup ulir pada ujung yang lainnya. Bagaimanapun keduanya punya kesamaan, terdapat beberapa perbedaan yang jelas antara kedua jenis alat pengunci tersebut. Ujung ulir dari baut selalu tumpul dimana sekrup mungkin salah satu bisa tumpul atau tajam.

            Ujung ulir dari baut biasanya memiliki mur yang dipasang atasnya untuk pemasangan yang sempurna. Ujung ulir dari sekrup dapat disesauikan ke dalam tempat mur, atau ini mungkin disesauikan searah ke dalam bahan yang akan dikunci. Baut mempunyai bagian ulir yang agak pendek dan termasuk jarak gagang yang panjang atau bagian yang tidak berulir, dimana sebagai sekrup mempunyai bagian jarak ulir yang panjang dan mungkin bukan dengan jelas definisi dari jarak gagangnya. Pemasangan baut secara umum dikencangkan oleh pemutaran mur di atas baut; kepala baut mungkin atau tidak didesain utnuk untuk memutar. Sekrup selalu dikencangkan dengan memutar kepalanya.

            Saat itu menjadi penting untuk mengganti alat pengunci pesawat, duplikat yang asli seharusnya digunakan jika itu semua memungkinkan. Jika tidak tersedia, perawatan yang berbeda dan kehati-hatian harus digunakan dalam memilih penggantinya.

 

9.1.2.   Classification of thread

            Baut, sekrup, dan mur pesawat adalah ulir yang juga di seri ulir NC (American National Coarse), seri ulir NF (American National Fine), seri ulir UNC (American Standard Unified Coarse), atau seri ulir UNF (American Standard Unified Fine). Tidak ada satupun yang berbeda antara seri American National dan American Standard Unified yang seharusnya dalam penunjukkannya. Dalam ukuran diameter 1 inchi, NF menentukan ulir; 14 ulir per inchi (1-14NF), ketika UNF menentukan ulir, 12 ulir per inchi (1-12 UNF). Kedua jenis ulir didesain oleh nomor dari waktu ulir diputar melingkar 1 inchi dari jarak yang diberikan diameter baut atau sekrup. Sebagai contoh, ulir 4-28 inchi menunjukkan bahwa diameter baut ¼ inchi memiliki 28 ulir dalam 1 inchi panjang ulirnya.

            Ulir juga dibuat dengan kelas yang sesuai. Kelas ulir menunjukkan toleransi yang diberikan dalam pembuatannya.

Kelas 1 adalah suaian longgar,

Kelas 2 adalah suaian bebas,

Kelas 3 adalah suaian sedang,

Kelas 4 adalah suaian sesak.

Baut pesawat hampir selalu dibuat dalam kelas 3, suaian sedang. Kelas 4 suaian yang membutuhkan kunci untuk memutar mur di atas baut, dimana kelas 1 suaian dapat dengan mudah diputar dengan tangan. Secara umum, sekrup pesawat dibuat dengan kelas 2 suaian, untuk mudahnya pemasangan.

            Baut dan mur juga diproduksi dengan ulir kekanan dan kekiri. Ulir kekanan mengencangkannya saat diputar searah jarum jam; ulir kekiri mengencangkannya saat diputar berlawanan arah jarum jam.

9.1.3.   Penjelasan bentuk-bentuk thread,  ukuran dan toleransi yang digunakan di pesawat

            Sejak sebagian alat pengunci digerakkan oleh ulir sekrup, metode yang tepat mewakili ulir yang demikian seharusnya mengetahui permukaannya.

Ulir mempunyai 3 prinsip penggunaan :

1.       Untuk memegang komponen secara bersama

2.       Untuk memasang komponen berkenaan dengan satu sama lain

3.       Untuk meneruskan tenaga

Penjelasan berikut ini digunakan pada ulir (gambar 1-1)

-   Screw thread : bagian bubungan yang seragam di dalam bentuk garis sekrup (spiral) pada eksternal atau internal permukaan silinder.

-   External thread : ulir di atas bagian luar.

-   Internal thread : ulir pada bagian dalam.

-   Major diameter : diameter besar ulir sekrup (dipakai untuk keduanya eksternal dan internal)

-   Minor diameter : diameter kecil dari ulir sekrup.

-   Pitch : jarak dari titik pada ulir sekrup untuk menyambungkan titik berikutnya pada garis lintang sejajar yang teratur pada sumbu garis. Jarak P adalah sama dengan 1” dibagi nomor ulir per inchi.

-   Pitch diameter : diameter imajiner silinder yang berlalu melewati ulir agar membuat sama lebar ulir dan lebar ruang potong dari silinder.

-   Lead : jarak ulir sekrup laju awal secara aksial dalam satu putaran.

-   Angle of Thread : sudut termasuk antara sisi ulir teratur dalam tempatnya melewati sumbu sekrup.

-   Crest : ujung permukaan digabung dengan dua sisi ulir.

-   Root : bawah permukaan digabung dua sisi ulir yang bersebelahan.

-   Side : permukaan ulir yang mana menghubungkan antara crest dengan root.

-   Axis of screw : garis sumbu pusat longitudinal yang melewati sekrup.

-   Depth of thread : jarak antara crest dan root dari ulir yang diukur normal dari garis sumbu.

-   Form of thread : penampang melintang dari potongan ulir oleh isi di sumbu garis

-   Series of thread : nomor standar ulir per inchi dari bermacam diameter.

 

Bentuk-bentuk screw thread :

 

A.  American (National) Standard Thread

American (National) Standard Thread adalah modifikasi ulir sekrup-V oleh root dan crest yang rata yang membuat bentuk ulir kuat. Tipe ulir ini digunakan untuk tujuan pemasangan khusus, karena menghasilkan gesekan meningkat dari daerah pinggiran ulir.

(gambar)

 

 

B.  Unified Thread

Unified thread adalah modifikasi dari American Standard thread oleh bentuk root dan crest yang dibulatkan untuk mewakili gabungan antara sistem whitworth dan memberikan sifat yang dapat ditukar-tukar secara sempurna dari ulir di Amerika, Canada, dan Inggris.

(gambar)

 

C. Whitworth Thread

Whitworth thread adalah ulir standar Inggris, dan kira-kira digunakan dengan yang cocok dengan penggunaan American Standard thread.

(gambar)

 

D. Square Thread

Square thread adalah secara teoritis ulir yang cocok untuk transmisi tenaga, karena permukaannya hampir pada sudut siku-siku kepada sumbu garis; tetapi oleh karena sukarnya pemotongan oleh dies, dank karena sifatnya yang tidak menguntungkan bentuk kotak mempunyai pengganti luas yang lebih besar yaitu Acme Thread.

(gambar)

 

E.  Acme Thread

Acme thread adalah modifikasi dari square thread. Ini lebih kuat daripada square thread dan lebih mudah untuk memotongnya

(gambar)

 

F.  Worm Thread

Standar worm thread mirip acme thread tetapi lebih dalam, ini digunakan pada poros untuk membawa tenaga pada roda ulir.

 (gambar)

 

G. Knuckle Thread

Knuckle thread biasanya diputar dari pelat logam tetapi kadang-kadang dicetak dan digunakan dalam lampu elektrik, soket, bagian atas botol, dan sebagainya.

(gambar)

 

H. Buttress Thread

Digunakan untuk meneruskan tenaga pada satu sisi.

(gambar)

 

9.1.4.   Macam-macam bolt dan macam-macam special purpose bolt, diidentifikasi dan dijelaskan fungsi dan numbering system dibaca

 9.1.4.1. Umum

            Baut pesawat dibuat dari cadmium atau besi berlapis baja tahan karat, tidak berlapis baja tahan karat, dan campuran anoda aluminum. Kebanyakan baut salah tujuan utamanya digunakan dalam struktur pesawat, AN baut atau NAS kunci sekrup-dalam atau baut toleransi-tutup, atau baut MS. Dalam beberapa hal, pabrik pesawat membuat baut dengan dimensi berbeda atau kekuatan besar daripada tipe standarnya. Seperti baut dibuat untuk penggunaan khusus, dan ini sangat penting untuk digunakan dalam penggantian. Baut khusus biasanya diidentifikasi oleh tulisan ”S” yang ditandai di atas kepalanya.

 

9.1.4.2. Baut Tujuan Umum

            Baut pesawar hex-head (AN-3 sampai AN-20) adalah baut struktural untuk semua tujuan yang digunakan untuk penggunaan secara umum yang meliputi regangan atau beban geser dimana light-drive suaian diperbolehkan (0.006-inchi jarak untuk lubang 5/8 inchi dan ukuran lain yang proporsi).

            Baut baja campuran lebih kecil daripada No. 10-32 dan baut aluminum campuran lebih kecil daripada diameter ¼ inchi tidak digunakan dalam struktur utama. Baut dan mur aluminum campuran tidak dapat digunakan dimana akan dipasang ulang untuk pemeliharaan dan inspeksi. Mur aluminum campuran mungkin dapat digunakan pada baut baja berlapis cadmium yang dibebani dalam tegangan geser di permukaan pesawat, tetapi tidak digunakan di atas pesawat terbang air yang bekerja untuk meningkatkan kemampuan korosi logam yang berbeda.

            AN-73 baut drill-head sama dengan standar baut hex, tetapi mempunyai kepala lebih dalam yang mana dibor untuk menerima kawat untuk keselamatan. Baut seri AN-3 dan AN-73 yang dapat dipertukarkan untuk semua tujuan secara praktis, dari sudut peregang dan kekuatan geser.

 

Close-Tolerance Bolts

            Baut tipe ini dibuat dengan mesin untuk lebih teliti daripada baut dengan tujuan umum. Close-tolerance bolts mungkin kepalanya hex (AN-173 sampai AN-186) atau memiliki kepala countersunk 100º (NAS-80 sampai NAS 86). Baut ini digunakan dalam pemasangan dimana suaian gerak-kencang dibutuhkan (baut akan bergerak ke dalam posisi jika saat memukul dengan 12-14 tenaga palu).

 

Internal-Wrenching bolts

            Baut ini, (MS-20024 sampai NAS-495) dibuat dari baja kekuatan tinggi dan cocok untuk digunakan keduanya, pemasangan regangan dan gaya geser. Saat mereka digunakan dalam komponen-komponen baja, lubang baut harus agak terbenam untuk dudukan besr jari-jari sisi dari shank pada kepalanya. Dalam bahan dural, washer dengan perlakuan panas khusus harus digunakan untuk menyediakan permukaan tempat bearing yang cukup pada kepalanya. Kepala dari baut putaran dalam dibuat lekuk untuk memberikan sisipan putaran dalam saat pemasangan atau pelepasan baut. Mur khusus kekuatan tinggi digunakan pada baut ini. Penggantian baut putaran dalam dengan yang lain. Standar AN kepala hex dan washer tidak dapat digantikan dengan yang lain karena belum tentu memiliki kekuatan yang dibutuhkan.

 

Identifikasi dan Kode

            Baut dibuat dengan banyak bentuk dan macamnya. Klasifikasi metode clear-cut adalah sulit. Baut dapat diidentifikasi oleh bentuk kepalanya, metode keamanan, bahan yang digunakan pada pabrik, atau pemakaian yang diharapkan.

            Baut pesawat tipe AN dapat diidentifikasi dengan tanda kode di atas kepalanya. Tanda secara umum menandakan pabrik pembuat baut, bahan pembuat baut, dan apakah baut itu standar tipe AN atau baut tujuan khusus. Baut baja standar AN ditandai juga dengan tingkat hancur atau tanda bintang; baja tahan karat ditandai dengan garis tunggal terangkat; dan Baut aluminum campuran ditandai dengan dua garis terangkat. Informasi tambahan, seperti diameter baut, panjang baut, dan panjangnya genggaman mungkin diperoleh dari komponen nomor baut.

            Sebagai contoh, dalam nomor komponen baut AN3DD5A, “AN” tanda itu maksudnya adalah Air Force-Navy Standard bolt, “3” menunjukkan diameter dalam seperenambelas inchi (3/16), “DD” menunjukkan bahannya dari 2024 aluminum alloy. Tulisan “C” dalam tempat “DD” akan menunjukkan baja tahan karat, dan jika tidak ada tulisannya menunjukkan baja cadmium-plated. Tulisan “5” menunjukkan panjang dalam seperdelapan inchi (5/8), dan “A” menunjukkan bahwa tangkai tidak dibor. Jika tulisan “H” yang didahului tulisan “5” penambahan pada “A” yang berikutnya, kepala akan dibor untuk keamanan.

            Baut NAS close-tolerance ditandai juga dengan terangkat atau terbenam segitiga. Bahan menandai untuk baut NAS sama dengan baut AN, kecuali kalau tidak mereka mungkin terangkat atau terbenam. Inspeksi baut secara magnetic (magneflux) atau oleh maksud fluoresensi (zyglo) ditandai dengan diwarnai pernis, atau menandakan kepalanya tipe khusus.

 

 9.1.5.   Self  locking   dan   non  self

locking nut diidentifikasi dan dijelaskan fungsi dan cara memasang dan cara melepas

 

Tidak ada mengidentifikasi tanda atau tullisan nampak pada atas mur. Identifikasi yang hanya oleh warna atau karakteristik metalik, konstruksi.

Mur pesawat dikelompokkan menjadi 2 yaitu :

  1. Non-self locking nuts

Harus diamankan oleh alat pengunci luar.

Kebanyakan tipenya yaitu :

-       plain nut

-       castle nut

-       castellated shear nut

-       Plain hex nut

-       Light hex nut

-       Plain check nut

Mur benteng AN310, yang digunakan di ulir baut yang dibor dan dapat dengan posisi beban tegangan besar. Slot (yang disebut castellation) didalam mur dirancang untuk penggunaan keselamatan dengan diikat seperti pena-belah.

Mur benteng-geser AN 320, murnya dirancang untuk tegangan-geser saja.

Mur sederhana/datar AN315 dan AN335, itu yang pantas untuk membawa beban tegangan besar.

Light hex nut AN340 dan AN 345 lebih ringan daripada hex nut dan harus dikunci dengan pengunci tambahan.

Mur sayap AN 350 digunakan dimana perakitan secara  berkala diganti.

  1. Self locking nuts

Berisi pengunci cirinya dengan satu bagian utuh

 

9.1.6.   Screw   dan  macam-macam

screw diidentifikasi dan dijelaskan karakteristiknya

 

 

9.1.7.   Turn    lock   fasteners   dan  

jenis-jenis turn lock faste-ners diidentifikasi dan di-jelaskan cara memasang dan melepas

 

9.1.8. Stud dan macam-macam stud diidentifikasi, dijelas-kan cara menggunakan dan tempat yang tepat digunakan

 

 

9.2.   MENGIDENTIFIKASI MACAM-MACAM PIPES AND UNION

 

9.2.1.   Jenis - jenis  rigid pipes dan flexible pipes diidentifikasidan jenis-jenis connector juga diidentifikasi

9.2.2.  Standard  union  untuk hydraulic, fuel, oil, pneumatic dan air system pipe di-identifikasi

9.2.3.  Tube forming process dilaksanakan

9.2.4.  Repair  of  metal  tube  lines dilaksanakan

9.2.5.  Fabrication    and    replacement of flexible hose di-laksanakan

9.2.6.  Installation   of  rigid  tubing dilakukan

9.2.7.  Plumbing    assembly    precaution dibuat

9.2.8.  Support clamp dipasang

 

9.3.   MENERAPKAN SPRINGS DAN BEARING

 

9.3.1.  Jenis-jenis spring, material dan karakteristiknya di-identifikasi

 

Springs adalah badan elastis ( biasanya metal) bahwa dapat terbelit, ditarik, atau diregangkan oleh beberapa kekuatan. Mereka dapat kembali ke bentuk asli mereka manakala kekuatan dilepaskan. Semua dipergunakan dalam permesinan dibuat dari metal pada umumnya baja meskipun demikian beberapa dibuat dari perunggu fosfor, kuningan, atau campuran logam lain. Sebahagian itu adalah tunduk kepada pegas tetap menusukkan atau tekanan disebut spring-loaded. (beberapa kompo-nen yang nampak seperti spring-loaded benar-benar di bawah tekanan berisi angin atau hidrolik atau dipindahkan oleh anak timbangan).

 

Fungsi pegas

pegas digunakan untuk banyak tujuan, dan satu pegas boleh melayani lebih dari satu tujuan. Yang didaftarkan di bawah adalah sebagian dari yang umum untuk tujuan fungsional ini. Seperti anda membacanya, mencoba untuk berpikir tentang sedikitnya satu aplikasi umum dikenal dari setiapnya.

-   Untuk menyimpan energi

-  Untuk memaksa suatu komponen untuk membawa melawan terhadap, untuk memelihara kontak dengan, untuk melibatkan, untuk melepaskan, atau untuk tinggal bersih dari beberapa  komponen lain .

- Untuk mengimbangi suatu berat/beban atau daya dorong ( gravitasi, hidrolik, dll.). Seperti pegas pada umumnya disebut pegas penyeimbang.

-  Untuk memelihara kesinambungan elektrik.

-  Untuk mengembalikan suatu komponen ke posisi yang aslinya setelah penggantian.

- Untuk mengurangi goncangan atau dampak dengan secara berangsur-angsur mengecek gerakan dari suatu pergerakan berat.

-   Untuk mengijinkan beberapa kebebasan gerak antara komponen dibariskan tanpa melepaskannya. Ini kadang-kadang disebut pegas take-up.

 

 Tipe pegas

Ada tiga tipe dasar dari pegas yaitu :

·   Datar

·   Spiral

·   Ulir

 

Flat Springs

Pegas datar meliputi berbagai bentuk dari pengutuban atau pegas daun dan, dibuat dari datar atau batang halus sedikit dibengkokkan atau, plat, atau daun-daun. Mereka juga meliputi pegas datar khusus, terbuat dari suatu jalur datar atau batang yang dibentuk ke dalam apapun juga bentuk atau disain yang terbaik cocok untuk suatu posisi spesifik dan tujuan.

 

Spiral Springs

            Spiral springs kadang-kadang disebut tenaga jam, atau coil springs. Dikenal baik sebagai contoh adalah waktu atau pegas jam; setelah kau mengencangkannya, ini secara berangsur-angsur melepas gulungan dan kuasa pelepasan. Walaupun nama lain untuk pegas busur lingkaran/lingkungan ini berdasar pada otoritas kebaikan, kita menyebutnya ”spiral” didalam teks ini untuk menghindari kebingungan.

 

Helical springs

            Pegas ulir, juga sering disebut spiral, mungkin jenis pegas yang paling umum. Mereka mungkin digunakan di dalam tekanan, tegangan atau regangan, atau puntiran. Pegas yang digunakan untuk tekanan yang cenderung untuk memendekkan dalam geraknya, ketika suatu pegas torak memperpanjang dalam geraknya. Pegas puntiran, yang mana meneruskan suatu putaran sebagai ganti tarikan langsung, beroperasi dengan gerak ulir atau bukan ulir. Di dalam penambahan untuk pegas helical lurus, kerucut, kerucut ganda, tabung kecil, dan pegas menara adalah klasifikasi dari helical. Tipe pegas ini biasanya digunakan dalam penekanan. Pegas kerucut, sering disebut pegas katup karena sering digunakan di dalam katup, dibentuk lewat kawat diseret diatas tirus mandrel sebagai ganti dari satu yang lurus.

  

Pegas kerucut ganda(tidak digambar-kan) terdiri dari dua kerucut yang digabung dengan ujung yang kecil, dan pegas tabung kecil (tidak digambarkan) terdiri dari dua pegas kerucut yang digabung dengan ujung yang besar. Pegas menara adalah pegas yang berbentuk kerucut terbuat dari batang kotak yang diseret jadi tiap masing-masing coil secara parsial tumpang-tindih pegas yang bersebelahan itu. Lebar (dan tebal) bahan yang memberikan kekuatan besar atau ketahanan. Kamu dapat menekan pegas conical datar jadi itu dibutuhkan jarak yang kecil, dan ini tidak mungkin untuk membengkokkan ke samping.

 

 

9.3.2.  Penggunaan  spring  di   pesawat udara diidentifikasi

 9.3.3.  Kegunaan bearing, kemampuan bearing, mate-rial dan konstruksi bearing diidentifikasi dan dijelaskan

 9.3.4.  Macam-macam bearing  dan aplikasinya dijelaskan

 

9.4.   MENERAPKAN SYSTEM TRANSMISSIONS DAN CONTROL CABLE

 

9.4.1.  Jenis - jenis  gear dan   aplikasinya dijelaskan

9.4.2.  Gear  ratio,  reduction   gear dan multiplication gear system dihitung

9.4.3.  Driven and driving gear, idle gear, mesh patterns  diidentifikasi

9.4.4.  Belt  and  pulley,  chain  and sprockets, bowcen cable;aircraft flexible control system diiden-tifikasi,dijelaskan karakteristiknya

9.4.5.  Jenis - jenis  cable,    fungsi dan pemakaian di pesawat udara dijelaskan

9.4.6.  Ending  fitting  cable ,  turn-Buckles and conpensation devi- ices, dijelaskan dan diidentifikasi

9.4.7.  Pulleys  and  cable systems components dijelaskan

9.4.8.  Cara  menyetel  dan  memasang cable dijelaskan

 

 

9.5.   MENERAPKAN MACAM-MACAM ELECTRICAL CABLE DAN CONNECTORS

9.5.1.  Jenis-jenis cable,  konstruksi dan karakteristiknya diidentifi-kasi

9.5.2.  High tension  cable  dan co-axial cables diidentifikasi dan dijelaskan pengguna-annya

9.5.3.  Jenis-jenis crimping,     connector types, pins, plugs, sockets, insulators, cur-rent and voltage rating, coupling, dan code cable diidentifikasi dan dijelaskan cara menggunakannya

 

9.6.   MENERAPKAN PROSES PROPERLY IDENTIFY,HANDLE, STORE, AND PRESERVE MATERIAL (COMPONENT / CONSUMABLES, ETC)

 

9.6.1.  Identifikasi material   sesuai dengan persyaratan yang diharuskan industri dilaksanakan

9.6.2.  Penanganan dan pemeliharaan material dilaksanakan sesuai dengan instruksi perawatan dan data yang sah

9.6.3.  Penyimpanan     material komponen dilakukan berdasarkan prosedur dan instruksi pabrik

9.6.4.  Penanganan    material    dilakukan berdasarkan specs yang dikeluarkan pabrik

9.6.5.  Penanganan   material yang mengandung zat kimia di-lakukan sesuai dengan instruksi pabrik

9.6.6.  Penggunaan    material  dan komponen lainnya dilaksanakan berdasarkan umur pakai dan lama penyimpa-nan yang diintruksikan oleh pabrik beserta data yang disahkan

9.6.7.  Identifikasi   material    yang sudah habis umur pakainya dilakukan sesuai prosedur yang berlaku

9.6.8.  Memisahkan dan    menyimpan material yang sudah habis umur pakainya dilakukan  sesuai prosedur yang berlaku

9.6.9.  Mengontrol dan menyimpan material yang ”non expired“ dilaksanakan sesuai instruksi

9.6.10. Menggudangkan material dan komponen lainnya dilaksana-kan sesuai dengan persyaratan yang diberikan oleh pabrik serta perusahaan pemakai

 

9.7.   MELAKSANAKAN PEKERJAAN INSTALL SAFETY DEVICES

 

9.7.1.  Komponen-komponen yang memerlukan pemasangan alat pengaman diidentifikasi

9.7.2.  Alat/bahan pengaman  yang dibutuhkan diidentifikasi sesuai dengan per-syaratan  perawatan

9.7.3.  Metoda pengamanan dengan kawat (safety wiring) atau dengan alat pengamanan khusus dilaksanakan sesuai dengan instruksi perawatan dan data yang sah

9.7.4.   Pemasangan alat      pengaman khusus dilaksanakan dengan benar sesuai dengan instruksi perawatan

9.7.5.  Pemberat    /   penyeimbang komponen digunakan sesuai data perawatan

9.7.6.  Inspeksi   masing  -  masing dilaksanakan pada setiap pema- sangan material sesuai dengan persyaratan perawatan

 

Vernier Calliper

 Vernier calliper Image : vernier calliper Cara membaca vernier caliper (jangka sorong) adalah dengan   menjumlahkan hasil skala utama (sebe...