Pengikut

Minggu, 22 Desember 2024

7th day, 29-04-2017 - My Journeys 55 days living in Toulouse, France, Europe.

 Hari ke Delapan di Eropa: Kisah di Toulouse, Perancis


Foto 1 : Depan Pont Neuf, Toulouse, France

Foto 2 : Di pinggir kali La Garonne, Toulouse, France


Foto 3 : di Pinggir Sungai La Garonne, Toulouse, France

Foto 4 : di Pinggir Sungai La Garonne, Toulouse, France

Foto 5 : di Pinggir Sungai La Garonne, Toulouse, France

Foto 6 : di Pinggir Port de la daurade Sungai La Garonne, Toulouse, France



Foto 7 : di Pinggir Port de la daurade Sungai La Garonne, Toulouse, France


6th day, 28-04-2017

5th day, 27-04-2017 - Teknologi dan Ketelitian dalam Dunia Aviasi Modern

Hari Kelima di Eropa: Teknologi dan Ketelitian dalam Dunia Aviasi Modern

Menelusuri Teknologi Riveting, Pengujian Ultrasonik, dan Sistem Avionic

    Hari kelima di Lycee Saint Exupery Blagnac semakin memperkaya pemahaman kami terhadap dunia teknik penerbangan. Didampingi oleh instruktur yang berpengalaman, Mr. Jean Christian OULES, kami memasuki fase pembelajaran lanjutan yang menguji keterampilan teknis dan pemahaman mendalam tentang struktur dan sistem pesawat.

    Pagi hari dimulai dengan observasi langsung di hanggar praktik, di mana para siswa melakukan pekerjaan pada badan pesawat sungguhan. Kami melihat mereka mengaplikasikan mastic, yakni material penyegel khusus yang digunakan untuk menutup celah atau sambungan pada badan pesawat demi menjaga tekanan kabin dan mencegah kebocoran. Proses ini membutuhkan ketelitian tinggi, karena aplikasi mastic harus rapi, merata, dan sesuai standar industri.

    Masih di area yang sama, kami menyaksikan bagaimana para siswa menginstal rivet cherry menggunakan pneumatic rivet gun, sebuah teknik penyambungan yang umum digunakan di industri pesawat terbang. Suara khas alat pneumatic dan hentakan saat riveting menjadi ritme yang mencerminkan semangat kerja para siswa. Tak hanya itu, kami juga melihat proses pemasangan kabel kelistrikan ke panel, yang memerlukan konsentrasi tinggi dan pemahaman mendalam terhadap sistem kelistrikan pesawat. Semua aktivitas ini dilakukan di bawah arahan dan pengawasan langsung dari Mr. Jean Christian OULES, yang selalu menekankan pentingnya akurasi dan keselamatan dalam setiap langkah kerja.

    Usai sesi observasi, kami berpindah ke laboratorium pengujian untuk belajar menggunakan alat ultrasonic thickness test. Alat ini digunakan untuk mengukur ketebalan material tanpa merusaknya—sangat penting untuk memeriksa kondisi struktur pesawat secara non-destruktif. Kami mencoba mengoperasikan alat tersebut, mempelajari bagaimana gelombang ultrasonik dikirimkan dan dipantulkan kembali untuk memberikan data ketebalan secara akurat. Mr. OULES kembali membimbing kami dengan sabar, menjelaskan cara kalibrasi alat dan interpretasi hasil bacaan.

    Setelah istirahat siang, kegiatan dilanjutkan dengan praktik repair scratch pada plat aluminium. Kami diberi pelat yang mengalami goresan, dan dipandu langkah demi langkah dalam proses perbaikannya—mulai dari pembersihan, pengamplasan halus, hingga pengecekan hasil akhir. Kegiatan ini memberi kami pemahaman bahwa perbaikan kecil pun tak boleh dianggap sepele dalam dunia penerbangan, karena setiap detail menyangkut keselamatan penerbangan.

    Sebagai penutup hari yang padat dan penuh ilmu, kami berkunjung ke ruang Avionic—tempat di mana sistem elektronik dan navigasi pesawat dipelajari dan diuji. Di sini, Mr. OULES menjelaskan tentang berbagai perangkat avionic seperti radio komunikasi, sistem autopilot, flight control unit, hingga instrumentasi kokpit. Kami dibuat takjub oleh kompleksitas sistem yang harus bekerja secara harmonis untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan penerbangan modern.

    Hari kelima ini benar-benar menegaskan bahwa dunia penerbangan adalah perpaduan dari keahlian teknis, ketelitian tinggi, dan pemahaman lintas bidang mulai dari mekanik hingga elektronik. Kami sangat bersyukur bisa belajar langsung bersama Mr. Jean Christian OULES dan para siswa Lycee Saint Exupery Blagnac yang telah memperlihatkan semangat belajar dan profesionalisme yang luar biasa.

    
Kami pulang dengan semangat baru, membawa pulang bukan hanya pengetahuan teknis, tapi juga semangat disiplin dan komitmen terhadap keselamatan—nilai-nilai inti dalam industri penerbangan global.


foto : melakukan cek memakai ultrasonic thickness gauge








4th day, 26-04-2017 - Menelusuri Presisi dan Detail Dunia Teknik Penerbangan

 Hari Keempat di Eropa: Kisah di Toulouse, Perancis

Menelusuri Presisi dan Detail Dunia Teknik Penerbangan

    Setelah hari ketiga yang penuh pengalaman teknis seputar perakitan dan lock wiring pada mesin jet, semangat kami untuk belajar di Lycee Saint Exupery Blagnac semakin membara. Hari keempat pun tak kalah menantang—kami diajak menyelami lebih dalam aspek presisi dan kontrol kualitas dalam dunia penerbangan.

    Kegiatan dimulai dengan pembelajaran kalibrasi alat ukur, khususnya kalibrasi torque meter menggunakan alat kalibrasi profesional. Instruktur dengan sabar menjelaskan bagaimana ketepatan torsi sangat menentukan kekuatan sambungan baut dan mur di struktur pesawat. Kami belajar bahwa satuan kecil seperti Newton meter bisa menentukan keamanan dan umur panjang suatu komponen. Proses ini memberi kami wawasan baru akan pentingnya standar dan akurasi dalam pemeliharaan serta perakitan pesawat.

    Setelah sesi kalibrasi, kami berpindah ke hanggar praktik untuk mengamati proses assembly dan reassembly door Airbus A320. Pintu pesawat bukan sekadar komponen biasa—ia merupakan bagian penting dari struktur tekanan dan sistem keselamatan kabin. Para siswa menunjukkan bagaimana mereka membongkar, memeriksa, dan memasang kembali komponen pintu dengan teknik dan prosedur yang ketat. Kami terkesima melihat bagaimana tiap mur, engsel, dan penguncinya diperlakukan dengan penuh kehati-hatian.

Tidak berhenti sampai di situ, sesi siang hari dilanjutkan dengan kegiatan praktik yang menguji ketelitian dan keterampilan tangan: metallisation, drilling, pemasangan baut dan mur, lock wire, serta pembersihan menggunakan solvent. Kami berkesempatan mencoba beberapa aktivitas, seperti mengebor panel dengan marking yang presisi, mengunci sambungan dengan lock wire sesuai prosedur standar industri, dan membersihkan sisa-sisa proses kerja menggunakan cairan solvent khusus.

    Hari itu menjadi sangat berarti karena kami tidak hanya melihat, tetapi juga turut merasakan atmosfer kerja teknisi pesawat profesional. Proses demi proses yang kami jalani menunjukkan bahwa dunia aviasi bukan hanya soal teknologi tinggi, tetapi juga tentang komitmen pada detail, keselamatan, dan akurasi. Semua aktivitas dilakukan dalam suasana disiplin dan tertib, dengan standar keselamatan kerja yang terus dijaga tinggi, sama seperti hari-hari sebelumnya.

    Hari keempat ini memperkuat kesan kami bahwa Lycee Saint Exupery Blagnac benar-benar mencetak generasi muda yang siap masuk ke industri penerbangan global, dengan bekal keterampilan dan etika kerja yang luar biasa. Kami pulang dengan rasa bangga, membawa pulang ilmu, pengalaman, dan semangat untuk terus belajar serta berbagi kisah ini kepada rekan-rekan di tanah air.

assembly dan reassembly door Airbus A320







3rd day, 25-04-2017 Teknik Tingkat Tinggi dan Aplikasi Nyata di Dunia Aviasi

 Hari Ketiga di Eropa: Kisah di Toulouse, Perancis

Teknik Tingkat Tinggi dan Aplikasi Nyata di Dunia Aviasi

    Setelah dua hari penuh pelayanan hangat dan eksplorasi fasilitas praktik di Lycee Saint Exupery Blagnac, hari ketiga kami di Toulouse diisi dengan kegiatan observasi yang lebih teknis dan mendalam. Hari itu dimulai dengan pengamatan praktik siswa dalam berbagai proses manufaktur dan perakitan struktur pesawat. Kami menyaksikan langsung keterampilan tinggi para siswa dalam melakukan matic (penggunaan mesin/matic tools), drilling (pengeboran), serta proses penguncian lock wire dan metallisasi yang presisi dan menuntut ketelitian.

    Salah satu momen paling menarik adalah ketika kami dibawa ke area perakitan door dan instalasi jendela pesawat A380 serta ATR. Melihat bagaimana komponen-komponen penting ini dipasang dengan ketelitian yang luar biasa, membuat kami semakin menghargai pentingnya akurasi dalam dunia penerbangan. Para siswa menggunakan berbagai alat bantu dan teknik kerja profesional layaknya teknisi sungguhan, dengan pengawasan dan bimbingan dari instruktur yang berpengalaman.

    Tak berhenti sampai di situ, kami juga diberi kesempatan untuk mengamati langsung proses lock wiring pada mesin CFM56, salah satu mesin jet paling banyak digunakan di dunia. Di sini, para siswa menggunakan lock wire gun, alat khusus untuk mengunci baut dan mur agar tetap aman selama mesin beroperasi. Proses ini sangat penting dalam dunia penerbangan, karena kesalahan sekecil apapun bisa berakibat fatal. Melihat betapa serius dan profesionalnya para siswa mengerjakan tugas ini, kami merasa seakan sedang berada di pusat pelatihan teknisi pesawat kelas dunia.

    Semua kegiatan dilakukan dengan standar keselamatan tinggi. Para siswa – termasuk kami saat mencoba beberapa aktivitas ringan – mengenakan kacamata pelindung, sarung tangan, dan sepatu safety yang telah disediakan sekolah, sama seperti hari sebelumnya. Fasilitas, bimbingan, dan semangat belajar yang tinggi membuat suasana hari itu begitu hidup dan inspiratif.

    Hari ketiga ini benar-benar mempertegas bahwa Lycee Saint Exupery Blagnac bukan sekadar sekolah teknik biasa, tetapi merupakan institusi pendidikan yang mampu mencetak tenaga profesional siap pakai di industri penerbangan internasional. Kami pulang ke apartemen dengan semangat dan wawasan baru, serta kekaguman mendalam terhadap sistem pendidikan vokasi di Perancis.

Praktik Mengebor 








Sabtu, 23 November 2024

1st day, 23-04-2017 - My Journeys 55 days living in Toulouse, France, Europe.

Hari Pertama di Eropa: Kisah di Toulouse, Perancis

        Hari Minggu, tanggal 23 April 2017, adalah hari bersejarah bagi saya (Suharmadi_SMKN 29 Jakarta) dan 5 teman saya yaitu Hadi Darianto dan Rita Lestari dari SMKN 12 Bandung, Melia Grina dan Nana Andriana dari SMK Penerbangan Aceh serta Dimas Fitrianto Putra dari SMKN 4 Depok. Ini adalah pertama kalinya Saya dan teman-teman menginjakkan kaki di tanah Eropa, sebuah pengalaman yang sangat berarti dan sejak dulu saya impikan. Perjalanan panjang melintasi benua dengan pesawat terbang selama 18 jam dari Bandara Soekarno Hatta, kemudian transit di Changi Airport. Lalu take off dari Changi Airport menuju Attaturk International Airport di turki. Di turki transit beberapa jam lalu Kami melanjutkan kembali penerbangan dari turki menuju Bandara Blagnac di Kota Toulouse, Perancis. Dan Setibanya Kami di Bandara Blagnac, begitu keluar dari pintu kedatangan, saya langsung disambut oleh atmosfer khas Eropa yaitu udara sejuk yang menyegarkan dan pemandangan arsitektur indah di kejauhan, dengan suhu sekitar 5°C, karena saat itu Toulouse sedang musim dingin.

    Di bandara, kami dijemput oleh seseorang yang sangat ramah, yaitu Mr. Laurent Juillac, pemandu kami dari Sekolah Lycee Saint Exupery, Blagnac. Dengan senyuman hangat, Laurent memperkenalkan dirinya sambil mengucapkan, "Bienvenue en France!" (Selamat datang di Perancis!). Ucapan itu membuat saya merasa langsung diterima di negeri ini.

    Laurent mengantar kami ke apartemen yang telah disiapkan di Kampus Toulouse Capitole 1. Perjalanan menuju apartemen menjadi pengalaman tersendiri. Sepanjang perjalanan, saya terpukau dengan keindahan kota Toulouse, yang dikenal dengan julukan “La Ville Rose” atau "Kota Merah Jambu" karena bangunan-bangunannya yang terbuat dari batu bata merah muda. Jalan-jalan di Toulouse penuh dengan kehidupan, dipenuhi oleh orang-orang yang berlalu-lalang, kafe-kafe kecil dengan aroma kopi yang mengundang, dan toko-toko yang menjual barang-barang unik dan menarik.

    Setibanya di apartemen, saya melihat bahwa tempat ini berada di tengah kota yang sangat hidup, dengan jalan-jalan yang dipenuhi kafe, toko buku kecil, dan orang-orang yang ramah. Apartemen itu sendiri sederhana namun nyaman, dengan jendela besar yang menghadap ke pemandangan kota. Saya dan Dimas 1 ruangan, 1 ruangan lagi yaitu Melia dan Nana serta 1 ruangan lagi yaitu Hadi dan Rita. Masing-masing ruangan memiliki kamar yang terpisah. Dari jendela, saya bisa melihat menara-menara gereja kuno yang menjulang di antara atap-atap rumah yang berwarna merah muda. Serta Pemandangan pohon-pohon yang menyejukkan. 

    Hari itu, saya tidak langsung beristirahat meskipun tubuh terasa lelah. Sebaliknya, saya memutuskan untuk berjalan-jalan sebentar di sekitar kampus. Saya menemukan sebuah taman kecil yang dihiasi bunga-bunga warna-warni, mendengar orang-orang berbicara dalam bahasa Perancis yang terdengar seperti alunan musik, dan menikmati aroma roti segar dari toko-toko roti di sekitar. Di salah satu sudut taman, saya duduk sejenak dan meresapi suasana, menikmati setiap detik berada di tempat yang indah ini.

    Malam itu, saya duduk di apartemen sambil menulis jurnal. Saya merasa begitu bersemangat untuk memulai petualangan baru di Eropa. Hari pertama ini hanya permulaan, dan saya tahu banyak hal menarik yang menanti di depan. Rasanya seperti saya sedang membuka lembaran baru dalam hidup, dengan kisah-kisah yang akan saya tulis sendiri.

 

Perjalanan saya baru saja dimulai, tetapi hati saya sudah penuh dengan rasa syukur dan kebahagiaan. 😊

Berikut adalah foto-foto nya : 


In Blagnac Airport

Bersama Mr Ibrahim from Turki

My Position Airplane in Map
 
My food while in Airplane Turkish Airline

From Boarding Lounge Airport













 






Rabu, 25 Januari 2023

TRANSPORTASI UDARA

Meningkatkan Peran SMKN 29 Jakarta mengisi kebutuhan Workforce Penerbangan Indonesia


The airport is the physical site at which a modal transfer is made from teh air mode to the land modes or vice versa. It is the point of interaction of three major components of the air transport system : 

1. The Airport 

2. The Airline 

3. The User 

(Norman J. Ashford : The Airport Operations)

 


BANDAR UDARA

- Bandar udara adalah tempat terjadinya pergantian moda transportasi dari darat ke udara dan sebaliknya

- Bandara tidak lagi beroperasi di lingkungan nasional tetapi sudah menjadi bagian industri internasional.

- Bandara sekarang menjadi entitas (keberadaan yang unik dan berbeda) bisnis yang kompleks, yang membutuhkan kemampuan kompetensi dan skills.

- Sekarang prioritasnya di bidang ekonomi, komersial dan perencanaan  strategis, daripada teknis operasional. (Anne Graham : Managing Airports an international perspectives)


          Aviation Graphic


ReWrite by : suharmadi








Vernier Calliper

 Vernier calliper Image : vernier calliper Cara membaca vernier caliper (jangka sorong) adalah dengan   menjumlahkan hasil skala utama (sebe...